Selamat datang di Pusat Informasi Kelapa Sawit

Dibolehkan Ekspor Material Mentah Sampai 2014

1komentar


Pemerintah melarang ekspor bahan mentah agar tidak terjadi ekploitasi besar-besaran hasil pertambangan di Indonesia. Demikian halnya juga di Aceh, dimana Gubernur Aceh beberapa waktu lalu pada acara Aceh Business Forum (ABF) akan menindak lanjuti Peraturan Kementrian ESDM nomor 7 Tahun 2012 serta akan mengevaluasi menyangkut ekspor material mentah.

Kendatipun demikian, Kepala Bidang Pertambangan Mineral, Batubara dan Panas Bumi Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Aceh, Mahdi Nur menyebutkan, pelarangan ekspor bahan mentah masih bisa dilakukan dengan mengacu pada Permen Nomo 11 Tahun 2012 dan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009.

Meskipun, kata Mahdi Nur, perusahaan pertambangan tidak serta merta bisa melakukan ekspor, sesuai dengan regulasi yang ada, perusahaan harus memiliki Ekspor Terdaftar (ET) dan Surat Persetujuan Ekspor (SPE) terlebih dahulu dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia.

Hal ini kembali ditegaskan dalam pasal 170, UU Nomor 4 Tahun 2009 yang menyebutkan masih diizinkan eskpor material mentah sampai tahun 2014 mendatang.

"Terhitung sejak Januari tahun 2014 mendatang, perusahaan pertambangan tidak diizinkan lagi ekspor material mentah," katanya.

Meskipun demikian, Mahdi Nur tidak menampik dengan adanya arahan dari Gubernur Aceh, Zaini Abdullah pada acara ABF yang diselenggarakan oleh Badan Investasi dan Promosi (Bainprom) Aceh, akan mengevaluasi setiap pertambangan yang mengekspor material mentah.

Selebihnya, Mahdi Nur juga menjelaskan, setiap perusahaan yang ekspor bahan material mentah juga tidak serta merta langsung bisa melakukannya. Akan tetapi, imbuhnya, mereka harus memenuhi terlebih dahulu kewajiban mereka pada pemerintah daerah.

"Mereka itu harus selesaikan dulu kewajiban mereka, seperti royalti dan pajak," tukasnya.

Menindak lanjuti arahan Gubernur Aceh terkiat akan mengevaluasi ekspor material mentah. Distamben Aceh saat ini sedang mempersiapkan aturan yang berupa qanun pertambangan yang nantinya akan diusulkan pada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

"Saat ini kami sedang menggodok qanun tentang pertambangan," pungkasnya.

Saat The Globe Journal mencoba pertegas apa saja isian dari qanun tersebut. Mahdi Nur masih enggan membocorkannya. Ia hanya meminta untuk bersabar dan menunggu keputusan final dari DPR Aceh nantinya.

"Tunggu saja nanti setelah disahkan," tukasnya.

Mahdi Nur tekankan, menyangkut dengan pertambangan, Gubernur Aceh akan sangat berkomitmen untuk mengevaluasinya. Artinya, kata Mahdi, Pemerintah Aceh akan sangat konsen ingin setiap material yang dieskpor tidak dalam bentuk material mentah.

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah beberapa waktu lalu pada acara ABF yang digagas oleh Bainprom Aceh menyebutkan akan menindak lanjuti peraturan menteri ESDM. Dimana Zaini berjanji di hadapan ketua Badan Koordinasi Penenaman Modal (BKPM) Indonesia,  Dr Muhammad Chatib Basri MEc untuk menghentikan ekspor material mentah.

"Kita akan evaluasi itu, nanti kita akan koordinasikan dengan instansi terkait untuk membicarakan itu, intinya kami sangat mendukung kebijakan Menteri ESDM," janji Gubernur Aceh, Zaini Abdullah di acara ABF pekan lalu.

Pada saat itu, ketua Badan Koordinasi Penenaman Modal (BKPM) Indonesia,  Dr Muhammad Chatib Basri MEc menjelaskan mengapa Menteri ESDM melarang ekspor bahan material mentah. Hal ini dianggap akan sangat merugikan Negara dan bahkan daerah itu sendiri. Sehingga diambillah kebijakan untuk melarangnya.

Saat ini, sebagaimana data yang The Globe Journal himpun dari Distamben Aceh. Ada 4 perusahaan tambang yang sedang eksploitasi masih melakukan ekspor material mentah biji besi di Aceh. Perusahaan tersebut, masih sebagaimana data yang dikeluarkan oleh dinas terkait yaitu PT.Lhong Setia Mining, PT. Juya Aceh Mining, PT. Waja Niaga dan PT. Pinang Sejati Utama. Afifuddin Acal | The Globe Journal
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

12 Agustus 2016 10.56

,KISAH NYATA ,
Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa,
mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya,
akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta ,
saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma,
istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya,
Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI WONGSO hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya,
saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI WONGSO di No +62852-9958-5055.
Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya,
akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih KI WONGSO saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT,
YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI WONGSO DI +62852-9958-5055. (TANPA TUMBAL/AMAN).

Poskan Komentar

 
Support : PT Fin Komodo Teknologi | Creating Website | Dewa Yuniardi | Mas Template | Pusat Promosi
Copyright © 2012-2015. Pertambangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger