Selamat datang di Pusat Informasi Kelapa Sawit

Cilandak ramai diserbu penambang batu akik

0 komentar

TEMPO.CO, Jakarta - Perburuan batu berharga di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, masih berlangsung hingga dua hari terakhir. Para pemburu harta masih mendatangi lahan kosong di sekitar Jalan Bangau Raya untuk mencukil bongkahan batu-batu akik yang terkubur di sana.

Tiap hari, seratus orang lebih mendatangi lahan kosong tersebut. Mereka datang dari pagi hingga malam hari. Misalnya, pada pagi ini, Sabtu, 3 Mei 2014, para pemburu sudah mulai berdatangan ke sana.

"Bentuknya memang seperti batu kali, tapi kalau dibelah nanti yang ada nilainya yang punya tekstur," ujar Murni, 32 tahun, warga Depok, Jawa Barat, yang ikut berburu di lahan itu. Ia menilai, sebongkah batu bertekstur seukuran dua kali ibu jari bisa dihargai Rp 1 juta.

"Itu yang bikin orang-orang datang," ujarnya. Namun tak semua batu kali itu mempunyai tekstur. Kemarin saja, seharian menambang, Murni tak berhasil menemukan batu berharga itu. "Kalau sekarang saingannya banyak," ujarnya.

Penambang lain, Irsan, 41 tahun, mengatakan batu-batu yang tersebar di lahan seluas 3.000 meter persegi itu mahal karena bisa jadi bahan baku batu akik hingga permata. "Katanya makin dalam, makin tua, makin mahal harganya," katanya.

Maka, tak heran bila banyak warga membawa cangkul dan palu godam untuk menggali lahan tersebut. Banyak galian sedalam 2 meter terserak di beberapa bagian lahan itu. Pecahan batu yang dianggap tak bernilai pun banyak dibiarkan teronggok dekat galian.

Lurah Pondok Labu Siti Fauziah menyatakan heran dengan fenomena ini. "Dari pagi sampai subuh masih ada saja. Warga jadi merasa tidak tenang dan lalu lintas macet," ujarnya.

Menurut dia, lahan tersebut masih tercatat atas nama salah satu warganya yang dihibahkan untuk dibuat taman. Namun rencana tersebut tak terwujud. Padahal, batu-batu penghias taman sudah didatangkan dari luar kota, seperti Klaten dan Kalimantan.

Batu-batu taman itulah yang diduganya sebagai magnet pemburu batu ini. "Yang jelas, itu bukan batu berharga, hanya batu taman biasa," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kepolisian Sektor Cilandak Komisaris Sungkono. Batu-batu tersebut tak bernilai. Bahkan ia sempat mengusulkan ide agar penambang enyah dari lahan tersebut.

"Apa nanti batu-batunya diangkut saja supaya dibuang ke mana, agar tidak mencari di sini lagi," ujarnya.

Sebab, polisi pun sudah mulai kerepotan karena warga tak mengindahkan larangan polisi untuk menjauhi tempat tersebut. Garis kuning polisi diabaikan, kendaraan diparkir di mana saja hingga memacetkan jalan. Polisi sudah diterjunkan, tapi kalah jumlah.

Warga setempat juga berharap agar fenomena ini cepat memudar. "Pusing saya tiap lewat sini biasanya lancar, sekarang macet," ujar Rahma, 28 tahun, seorang pengguna jalan asal Pondok Labu. Ia berharap aparat bisa segera mengendalikan situasi ini dan meminta warga tidak termakan isu yang merugikan kepentingan umum.

M. ANDI PERDANA
Share this article :

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 
Support : PT Fin Komodo Teknologi | Creating Website | Dewa Yuniardi | Mas Template | Pusat Promosi
Copyright © 2012-2015. Pertambangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger