Selamat datang di Pusat Informasi Kelapa Sawit

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan yang dinilai sangat kecil

1komentar


"Selama ini PNBP dari sektor pertambangan sangat kecil. Padahal, banyak sekali kontrak karya yang diperpanjang," kata Ketua Banggar DPR RI Ahmadi Noor Supit dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Banggar dengan beberapa pakar di Gedung MPR/DPR di Jakarta, Kamis.

Beberapa pakar yang diundang dalam RDPU tersebut, antara lain Dr Ryad Chairil, Dr Agus Styarso dan Dr Arif Satria.

Rapat tersebut, menurut dia, memang diadakan untuk mendengarkan pendapat beberapa pakar mengenai optimalisasi PNBP dari sektor perikanan, kehutanan, dan pertambangan.

"Padahal, sumber daya alam kita di tiga sektor tersebut sangat melimpah dan luas. Namun, mengapa PNBP dari sektor-sektor itu masih sangat kecil," ujarnya.

Ahmadi mengatakan dari ketiga sektor riil tersebut, negara dinilai belum dapat menarik PNBP secara optimal, khususnya dari sektor pertambangan.

Oleh karena itu, kata dia, Banggar DPR RI ingin mengetahui lebih detail mengenai langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengoptimalkan pendapatan dari sektor pertambangan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.

Dia juga berpendapat, perlu ada penataan kembali royalti dari sektor pertambangan yang masuk ke kas negara.

Pada kesempatan itu, pengamat hukum migas dan pertambangan Dr Ryad Chairil menjelaskan bahwa diperlukan tata ulang konsesi pertambangan, terutama untuk sumber daya mineral dan batubaru (minerba).

"Inventarisasi sumber minerba menjadi kebutuhan yang penting, dalam hal ini agar bisa dilihat seberapa besar penerimaan yang masuk ke kas negara," kata Ryad.

Dia mengatakan, PNBP dari komoditas mineral dan batu bara sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 1997.

Namun, menurut dia, pengaturan PNBP antara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Perindustrian masih tumpang tindih.

"Misalnya, PNBP dari PT Krakatau Steel itu masuk ke Kementerian Perindustrian, padahal itu seharusnya masuk ke Kementerian ESDM karena orientasi pekerjaannya adalah pengolahan," kata Ryad mencontohkan.

Oleh karena itu, Ryad menyarankan, untuk mengoptimalisasi penerimaan PNBP dari sektor pertambangan, pemerintah harus menyesuaikan besaran royalti kontrak dengan peraturan perundangan.

"Selain itu, pemerintah juga harus menyosialisasikan dengan tegas mengenai aturan royalti bagi izin usaha pertambangan yang diterbitkan, baik di pusat maupun di daerah," katanya. (Investor Daily/tk/ant)
Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mempertanyakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor pertambangan yang dinilai sangat kecil, padahal ada banyak kontrak karya yang telah diperpanjang.
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

12 Agustus 2016 10.53

,KISAH NYATA ,
Aslamu alaikum wr wb..Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar
Bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis dan berbagi kepada teman2 melalui room ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga dan mencapai kesuksesan yang luar biasa,
mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki, namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yng saya punya,
akhirnya saya menaggung utang ke pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 800 juta ,
saya stress dan hamper bunuh diri anak saya 2 orng masih sekolah di smp dan sma,
istri saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anakanaknya ditengah tagihan utang yg menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman dan bercerita kepadanya,
Alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya, dulu katanya dia juga seperti saya stelah bergabung dengan KI WONGSO hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir dan melihat langsung hasilnya,
saya akhirnya bergabung dan menghubungi KI WONGSO di No +62852-9958-5055.
Semua petunjuk AKI saya ikuti dan hanya 3 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah Demi AllAH dan anak saya,
akhirnya 5M yang saya minta benar benar ada di tangan saya, semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih KI WONGSO saya tidak akan melupakan jasa AKI. JIKA TEMAN TEMAN BERMINAT,
YAKIN DAN PERCAYA INSYA ALLAH, SAYA SUDAH BUKTIKAN DEMI ALLAH SILAHKAN HUB KI WONGSO DI +62852-9958-5055. (TANPA TUMBAL/AMAN).

Poskan Komentar

 
Support : PT Fin Komodo Teknologi | Creating Website | Dewa Yuniardi | Mas Template | Pusat Promosi
Copyright © 2012-2015. Pertambangan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger